Minggu, 29 Mei 2016

Inilah Sosok Muhammad Al-Fatih, Pemuda Islam Penakluk Konstantinopel

BuletinIslami.Com - Muhammad al-Fatih adalah salah seorang raja atau sultan Kerajaan Utsmani yang paling terkenal. Ia merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah. Al-Fatih adalah gelar yang senantiasa melekat pada namanya karena dialah yang mengakhiri atau menaklukkan Kerajaan Romawi Timur (Byzantium) yang telah berkuasa selama 11 abad.


Sultan Muhammad al-Fatih memerintah selama 30 tahun. Selain menaklukkan Byzantium, ia juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di Asia Tengah, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah Eropa, dan termasuk jasanya yang paling penting adalah berhasil mengadaptasi menajemen Kerajaan Bizantium yang telah matang ke dalam Kerajaan Utsmani.

Penaklukan Konstantinopel
Benteng Kekaisaran Byzantium


Karakter Pemimpin Yang Ditanamkan Sejak Kecil




Muhammad al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah.


Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh. Perhatian tersebut terlihat dari Muhammad kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Selain itu, Muhammad juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani, luar biasa!


Walaupun usianya baru seumur jagung, sang ayah, Sultan Murad II, mengamanati Sultan Muhammad memimpin suatu daerah dengan bimbingan para ulama. Hal itu dilakukan sang ayah agar anaknya cepat menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar di kemudian hari. Bimbingan para ulama diharapkan menjadi kompas yang mengarahkan pemikiran anaknya agar sejalan dengan pemahaman Islam yang benar.


Menjadi Penguasa Utsmani




Sultan Muhammad II diangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M. Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah adalah menaklukkan Konstantinopel.


Langkah pertama yang Sultan Muhammad lakukan untuk mewujudkan cita-citanya adalah melakukan kebijakan militer dan politik luar negeri yang strategis. Ia memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya. Pengaturan ulang perjanjian tersebut bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga Utsmaniah baik secara politis maupun militer.


Menaklukkan Bizantium




Sultan Muhammad II juga menyiapkan lebih dari 4 juta prajurit yang akan mengepung Konstantinopel dari darat. Pada saat mengepung benteng Bizantium banyak pasukan Utsmani yang gugur karena kuatnya pertahanan benteng tersebut. Pengepungan yang berlangsung tidak kurang dari 50 hari itu, benar-benar menguji kesabaran pasukan Utsmani, menguras tenaga, pikiran, dan perbekalan mereka.

Muhammad Al-Fatih, Pemuda Islam Penakluk Konstantinopel
Ilustrasi Penaklukan Konstantinopel


Pertahanan yang tangguh dari kerajaan besar Romawi ini terlihat sejak mula. Sebelum musuh mencapai benteng mereka, Bizantium telah memagari laut mereka dengan rantai yang membentang di semenanjung Tanduk Emas. Tidak mungkin bisa menyentuh benteng Bizantium kecuali dengan melintasi rantai tersebut.


Akhirnya Sultan Muhammad menemukan ide yang ia anggap merupakan satu-satunya cara agar bisa melewati pagar tersebut. Ide ini mirip dengan yang dilakukan oleh para pangeran Kiev yang menyerang Bizantium di abad ke-10, para pangeran Kiev menarik kapalnya keluar Selat Bosporus, mengelilingi Galata, dan meluncurkannya kembali di Tanduk Emas, akan tetapi pasukan mereka tetap dikalahkan oleh orang-orang Bizantium Romawi. Sultan Muhammad melakukannya dengan cara yang lebih cerdik lagi, ia menggandeng 70 kapalnya melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Hal itu dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu malam.


Di pagi hari, Bizantium kaget bukan kepalang, mereka sama sekali tidak mengira Sultan Muhammad dan pasukannya menyeberangkan kapal-kapal mereka lewat jalur darat. 70 kapal laut diseberangkan lewat jalur darat yang masih ditumbuhi pohon-pohon besar, menebangi pohon-pohonnya dan menyeberangkan kapal-kapal dalam waktu satu malam adalah suatu kemustahilan menurut mereka, akan tetapi itulah yang terjadi.


Peperangan dahsyat pun terjadi, benteng yang tak tersentuh sebagai simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya diserang oleh orang-orang yang tidak takut akan kematian. Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Peperangan besar itu mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam gugur. Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, Sultan al-Ghazi Muhammad berhasil memasuki Kota Konstantinopel. Sejak saat itulah ia dikenal dengan nama Sultan Muhammad al-Fatih, penakluk Konstantinopel.


Saat memasuki Konstantinopel, Sultan Muhammad al-Fatih turun dari kudanya lalu sujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Setelah itu, ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Konstantinopel dijadikan sebagai ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Utsmani dan kota ini diganti namanya menjadi Islambul yang berarti negeri Islam, lau akhirnya mengalami perubahan menjadi Istanbul.


Selain itu, Sultan Muhammad al-Fatih juga memerintahkan untuk membangun masjid di makam sahabat yang mulia Abu Ayyub al-Anshari radhiallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wafat saat menyerang Konstantinopel di zaman Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu.


Apa yang dilakukan oleh Sultan Muhammad tentu saja bertentangan dengan syariat, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيْهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ.


“… Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah, tetapi janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu melakukan perbuatan itu.” (HR. HR. Muslim no.532)


Kekeliruan yang dilakukan oleh Sultan Muhammad tidak serta-merta membuat kita menafikan jasa-jasanya yang sangat besar. Semoga Allah mengampuni kesalahan dan kekhilafan beliau rahimahullah.


Setelah itu rentetat penaklukkan strategis dilakukan oleh Sultan Muhammad al-Fatih; ia membawa pasukannya menkalukkan Balkan, Yunani, Rumania, Albania, Asia Kecil, dll. bahkan ia telah mempersiapkan pasukan dan mengatur strategi untuk menaklukkan kerajaan Romawi di Italia, akan tetapi kematian telah menghalanginya untuk mewujudkan hal itu.


Peradaban Yang Dibangun Pada Masanya




Selain terkenal sebagai jenderal perang dan berhasil memperluas kekuasaan Utsmani melebihi sultan-sultan lainnya, Muhammad al-Fatih juga dikenal sebagai seorang penyair. Ia memiliki diwan, kumpulan syair yang ia buat sendiri.


Sultan Muhammad juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah, dan 59 tempat pemandian di berbagai wilayah Utsmani. Peninggalannya yang paling terkenal adalah Masjid Sultan Muhammad II dan Jami’ Abu Ayyub al-Anshari


Wafatnya Sang Penakluk




Pada bulan Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad al-Fatih pergi dari Istanbul untuk berjihad, padahal ia sedang dalam kondisi tidak sehat. Di tengah perjalanan sakit yang ia derita kian parah dan semakin berat ia rasakan. Dokter pun didatangkan untuk mengobatinya, namun dokter dan obat tidak lagi bermanfaat bagi sang Sultan, ia pun wafat di tengah pasukannya pada hari Kamis, tanggal 4 Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M. Saat itu Sultan Muhammad berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun. Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad al-Fatih karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya, Allahu a’lam.


Tidak ada keterangan yang bisa dijadikan sandaran kemana Sultan Muhammad II hendak membawa pasukannya. Ada yang mengatakan beliau hendak menuju Itali untuk menaklukkan Roma ada juga yang mengatakan menuju Prancis atau Spanyol.


Sebelum wafat, Muhammad al-Fatih mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat, dan kerajaan.


Semoga Allah membalas jasa-jasa Sultan Muhammad al-Fatih…


Sumber: islamstory.com via KisahMuslim.com


[ES/BuletinIslami]

Jumat, 20 Mei 2016

Santriwati Adalah Calon Istri Idaman, Nggak Percaya? Inilah 10 Alasannya!

BuletinIslami.Com - Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah mengajarkan bahwa menikah itu adalah ibadah. Pernikahan merupakan sunah para Nabi yang sangat dianjurkan pelaksanaannya bagi umat islam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melarang kaum muslimin membujang (tidak menikah) dalam hidupnya. Orang-orang yang sengaja tidak mau menikah atau benci dengan sunah menikah maka ia bukan umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam.


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku”[HR. Ibnu Majah, dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha]

alasan mengapa seorang santriwati adalah pilihan terbaik dan sangat layak dijadikan istri idaman
Foto: Ilustrasi Santriwati (wanitaindonesiabercadar.com)


Banyak hikmah dan keistimewaan yang terkandung dalam pernikahan. Maka barang siapa yang mampu melaksanakannya dengan sempurna, maka ia dan pasangannya akan mendapat pahala yang besar.


Hakikat dari menikah itu bukan hanya untuk mencari kebahagiaan di dunia saja, melainkan juga untuk mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Boleh saja bagi setiap laki-laki yang ingin menikah berharap untuk mendapatkan istri yang cantik, kaya, putih, pintar, dan lain sebagainya. Namun perlu diingat bahwa jika menginginkan pernikahan yang bisa menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat, maka yang terpenting adalah menikahi wanita karena agamanya (sholehah).


Dengan mengarahkan pilihan untuk mempersunting seorang santriwati sebagai calon istri, bisa menjadi jalan bagi kaum laki-laki untuk mencapai apa yang dinamakan kebahagian dunia dan akhirat. Hal ini karena santriwati memiliki beberapa kriteria sebagai calon istri idaman.


Ingin tahu?


Berikut alasan-alasan mengapa santriwati menjadi pilihan terdepan untuk dijadikan istri idaman.


1. Rajin Beribadah


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam berpesan, “Nikahilah wanita yang kuat agamanya, niscaya kau beruntung” [HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, An Nasai]


Berdasarkan hadits tersebut, bisa disimpulkan bahwa mencari calon istri yang alim dan sholehah itu adalah sebuah keharusan.


Seorang santriwati pastinya sudah mendapatkan bekal ilmu-ilmu agama di pesantrennya. Mereka sudah terbiasa melaksanakan ibadah-ibadah seperti yang telah di perintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, seperti sholat 5 waktu, puasa, zakat dan ibadah-ibadah wajib maupun sunnah lainnya. Nah, tipe wanita yang seperti inilah yang sangat layak dijadikan istri idaman.

2. Pintar Mengaji


Mengapa santriwati pinter mengaji? Ya iyalah, setiap hari kerjaannya ngaji. Ngaji Al-Qur’an, ngaji ilmu Hadits, ngaji kitab kuning dan ngaji kitab-kitab lain. Mempunyai istri yang pinter mengaji dan paham ilmu agama pasti banyak kelebihan serta sisi positifnya.


Terus bayangin saja, ketika setiap hari di isi dengan mengaji bersama, apa ndak so sweet gitu? Jadi cari yang pinter mengaji ya.

3. Mendatangkan Kebahagiaan


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit”. [HR. Ibnu Hibban]


Nah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sudah bepesan bahwa salah satu kebahagiaan adalah memiliki istri yang solehah. Istri yang solehah pastinya akan selalu taat kepada suami dan akan selalu berusaha untuk membahagiakan suami. Santriwati itu ya seperti ini nih...


MENARIK! 5 Kriteria Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Pasangan Idaman (Kriteria No. 3 Paling Banyak Dicari)


4. Bisa Diajak Hidup Sederhana


Setiap santriwati pastinya sudah sangat terbiasa dengan hidup sederhana saat di pondok pesantren atau ma'had ilmi. Mereka sudah tentu akan ikhlas menerima dan bersyukur atas apa yang dimiliki. Mereka juga siap untuk di ajak hidup susah dan berjuang bersama.


Namun para lelaki yang sejati tidak akan pernah memiliki pemikiran akan mengajak istrinya hidup susah bukan? dia pasti akan berusaha untuk membuat kehidupan rumah tangganya berkecukupan tanpa ada kekurangan apapun.


Jika ingin mencari calon istri yang penuh kesederhanaan, maka santriwati adalah pilihan yang sangat tepat.

5. Terlatih Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga


Nyapu? Ngepel? Dan semua urusan rumah tangga pastinya santriwati bisa melakukannya. Para santriwati sudah sangat terbiasa melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga saat berada di pesantren.


Mereka mempraktekkan apa yang ada di dalam kitab “uqudul lujain”. Apalagi santriwati yang menjadi abdi dalem di rumah pengasuh atau kyai, keahlian dan kesabaran mereka pasti sudah teruji.

6. Mempunyai Sifat Keibuan


Salah satu hal yang penting adalah seorang istri harus mempunyai sifat keibuan. Pastinya  seorang santriwati itu lebih bersikap dewasa dan keibuan. Jadi sudah tidak perlu takut lagi mereka ndak bisa mengurus anak-anak kamu ya.

7. Bisa Mengajari Anak Tentang Ilmu Agama Sejak Kecil


Ini hal yang paling penting, karena seorang Ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya sejak kecil.


Sebuah ungkapan mengatakan, “Ibu adalah madrasah pertama dan paling utama bagi anak” itu benar adanya. Jadi, jika kamu mempunyai seorang istri santriwati, maka itu adalah suatu keberuntungan dan anugerah yang sangat luar biasa, karena mereka bisa menjadi madrasah terbaik untuk anak-anak kamu kelak.

8. Pintar Mengatur Waktu


Kehidupan pesantren itu sangat padat, banyak sekali kegiatan mengaji yang dilakukan namun santriwati bisa mengatur waktu dengan baik, sehingga masih sempat untuk mengerjakan kegiatan yang lain.


Hal ini akan menjadi bekal yang sangat baik untuk kehidupan keluarga kamu, karena mereka akan bisa mengatur waktu keluarga dengan baik. Seorang santriwati sudah biasa hidup dengan banyak tugas, dan mereka pasti bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik.


9. Jago Memasak


Kebanyakan santriwati pasti jago masak. Hal ini bukan tanpa alasan, mereka sudah terbiasa masak sendiri kalau mau makan. Ya, minimal bisalah ngeliwet nasi dan masak mie hehe.


Dengan mempunyai istri solehah dan jago masak pasti akan membuat kamu betah makan di rumah deh.

10. Pintar Mengatur Uang Belanja


Dan yang tak kalah lebih pentingnya, seorang santriwati sudah terbiasa hidup sederhana dan hemat, mereka juga sudah terbiasa mengatur setiap pemasukan dan pengeluaran dengan sangat detail.


Percayalah, mereka tidak akan menolak berapapun uang belanja yang diberikan oleh suami. Berapapun uang belanjanya, insyaAllah mereka pasti bisa mengaturnya sehingga urusan 'domestik' per-dapur-an akan tetap aman.


Demikian beberapa alasan mengapa seorang santriwati adalah pilihan terbaik dan sangat layak dijadikan istri idaman. Buat muslimah yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan pesantren tidak usah berkecil hati, kamu pun tetap bisa menjadi calon Istri Idaman kok, tentunya dengan memilik sifat-sifat tersebut di atas. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah. Semoga kamu para ikhwan bisa mendapatkan dan menikahi wanita shalihah pujaan hatimu. Amiin. [VA/BuletinIslami]



Dokter Muslimah Bercadar Ini Bebaskan Biaya Berobat Untuk Pasien Miskin

BuletinIslami.Com, YOGYAKARTA - Ada yang beda dari klinik milik dokter Ferihana di Dusun Sumberan Nomor 297 Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pada klinik milik perempuan bercadar ini, pasien yang tergolong miskin tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis. Dokter Ferihana (35) sungguh inspiratif. Perempuan yang akrab dipanggil Dokter Hana ini tak pernah memasang tarif bagi pasien. Ia membebaskan pasien yang datang berobat selama 24 jam dengan biaya sukarela. "Pasien bisa membayar melalui kotak infaq semampunya secara sukarela, mau berobat kapanpun di klinik ini selalu buka 24 jam," ungkapnya.


Dokter lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja ini sangat memahami perasaan pasien. Ia mengaku juga pernah mengalami masa sulit. Ia pernah kehabisan uang saat membeli obat-obatan untuk pasien di kliniknya. Namun, ia tak patah arang dengan tetap berdoa agar dimudahkan rezeki.

Dokter Muslimah Bercadar Ini Selalu Gratiskan Biaya Berobat Untuk Pasien Miskin
Dokter Ferihana pemilik Klinik Gratis di Bantul, DIY


Hingga kini, klinik yang telah berdiri sejak 2012 ini menjadi salah satu tempat berobat dengan biaya yang sangat murah bagi masyarakat sekitar. Bagaikan oase di tengah gurun pasir, klinik Dokter Hana menjadi pilihan lain bagi warga tak mampu untuk berobat tanpa harus keluar uang banyak.


“Saya mendirikan klinik ini tahun 2012. Ini rumah saya. Tidak dipungut biaya, mereka serelanya saja memasukan ke kotak infak. Kalau tidak punya uang, ya tidak memasukan juga tidak apa-apa ” ujar dokter Ferihana,  saat ditemui di  di kliniknya Dusun Sumberan Nomor 297 Ngestiharjo, Sabtu (23/4/2016), seperti dilansir Kompas.com.


Berdirinya klinik gratis ini, berawal dari keprihatinan Ferihana. Ia melihat warga miskin cenderung enggan berobat karena tidak memiliki uang.


Dari keprihatinan itu, dokter lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) ini lantas berinisiatif membuka klinik dirumahnya.


“Sudah orang tidak punya, sakit berobat biayanya mahal, kanbukan malah sembuh tapi bisa tambah sakit. Saya pengenmembantu warga miskin dengan membuka klinik ini,” katanya.


Diakuinya, sejak kecil kakek dan ayahnya telah mengajarkan agar dirinya menjadi pribadi yang memiliki jiwa sosial. Membatu sesama, terlebih orang yang tidak mampu.


“Ini (membuka klinik gratis bagi warga miskin) sudah menjadi panggilan hati,” ucapnya. Menurutnya, pembiayaan klinik yang dibangunnya ini dengan cara subsidi silang.


Menyisihkan penghasilannya dari bekerja di rumah sakit dan uang usaha klinik kecantikan.


“Saya dokter di rumah sakit, saya juga buka klinik kecantikan. Jadi, gaji dan hasil usaha itu saya gunakan untuk membiayai klinik ini,” urainya.


Selain membuka klinik dirumahnya, angkatan pertama FK UII ini juga berkeliling untuk memberikan pelayanan medis gratis kepada warga miskin.


Wilayah yang didatanginya, antara lain Kabupaten Gunungkidul dan  Kulonprogo. Aktivitas memberikan pelayanan gratis ke dua kabupaten itu dilakukan bersama beberapa dokter.


Pelayanan ke Gunungkidul dan Kulonprogo di diberikan setiap hari Ahad.


“Gratis, tapi warga kadang memberikan kami buah mangga. Katanya (pasien), mangga di depan rumahnya lagi berbuah,” ceritanya sambil tertawa.


Ke depan, dokter kelahiran Yogyakarta pada 19 Februari 1981 ini memiliki cita-cita, jika ada rejeki,  akan mengembangkan kliniknya menjadi lebih besar lagi.


Bahkan Ferihana ingin di kliniknya ada ruangan rawat inap khusus bagi warga miskin.


“Warga miskin kan kasihan kalau harus rawat inap, biayanya kan bisa 1jutaan. Kalau disini ada rawat inap kan bisa membantu warga miskin,” pungkasnya.


Semangat dokter Ferihana dalam menjalankan syariat Islam seperti mengenakan cadar dan memberikan pengobatan gratis patut diacungi jempol. Semoga banyak diikuti oleh muslimah yang lain dan selalu istiqomah.


Sumber: FokusIslam, Wajah Jogja


[VA/BuletinIslami]

Muslimah WAJIB Baca! Bolehkah Shalat Menggunakan Mukena Warna-warni?

BuletinIslami.Com - Saat ini banyak jumpai aneka ragam busana muslim dengan berbagai model yang menarik, tak ketinggalan perlengkapan sholat muslimah yakni mukena. Banyak kita jumpai di pasaran model-model mukena dari yang polos hingga berwarna-warni yang menarik perhatian para pembeli. Mungkit sahabat muslimag termasuk penyuka mukena warna-warni, yang menjadi persoalan adalah bagaimana hukum sholat dengan mengenakan mukena warna-warni apakah sah atau tidak?


Nah, untuk menjawab persoalan tersebut kami kutipkan risalah tanya-jawab yang dimuat di laman KonsultasiSyariah.com asuhan ustadz Ammi Nur Baits berikut ini, semoga menambah khazanah keilmuan kita.


bagaimana Hukum Shalat Menggunakan Mukena Warna-warni
Foto: Ilustrasi Mukena Warna-Warni



Hukum Memakai Mukena Berwarna-warni




Pertanyaan: 



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh




Ustadz, bagaimana hukumnya shalat berjamaah mengenakan pakaian (bagi laki-laki) atau mukena (bagi wanita) yang bermotif, misalnya batik, garis-garis, kotak-kotak, polkadot, atau bunga-bunga. Entah itu sebagian saja (misalnya di bagian bawah) ataupun kainnya memang full motif.




Mengingat saat ini banyak ditemui dalam shalat berjamaah, seperti dalam shalat tarawih atau Ied –terutama di kalangan wanita- yang mengenakan mukena bermotif, demikian juga anak-anak perempuan, baik yang sudah tamyiz maupun balita, mereka juga memakai mukena-mukena seperti itu.




Sekiranya hal itu dilarang, apakah hukum menjual mukena seperti itu juga menjadi terlarang Ustadz?



Jazaakallahu khairan




Dari: Mila



Jawaban: 




Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh




Kita bisa memastikan, mukena model seperti ini pasti sangat mengundang perhatian orang. Apalagi jika warnanya cerah, atau warna-warni berkilau. Sementara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita untuk menghindari pakaian yang mengundang perhatian orang. Beliau bersabda:




مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ




“Siapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina pada hari kiamat.” (Ahmad, Abu Daud, Nasai dalam Sunan Al-Kubro, dan dihasankan Al-Arnauth).


Apa Itu Pakaian Syuhrah?




As-Sarkhasi mengatakan:




والمراد أن لا يلبس نهاية ما يكون من الحسن والجودة في الثياب على وجه يشار إليه بالأصابع ، أو يلبس نهاية ما يكون من الثياب الخَلِقِ – القديم البالي – على وجه يشار إليه بالأصابع , فإن أحدهما يرجع إلى الإسراف والآخر يرجع إلى التقتير ، وخير الأمور أوسطها




“Maksud hadis, seseorang tidak boleh memakai pakaian yang sangat bagus dan indah, sampai mengundang perhatian banyak orang. Atau memakai pakaian yang sangat jelek –lusuh-, sampai mengundang perhatian banyak orang. Yang pertama, sebabnya karena berlebihan sementara yang kedua karena menunjukkan sikap terlalu pelit. Yang terbaik adalah pertengahan.” (al-Mabsuth, 30:268)



Kita bisa mengambil kesimpulan dari keterangan di atas, bahwa pakaian yang mengundang perhatian banyak orang termasuk jenis pakaian syuhrah. Karena itu, dikhawatirkan mereka yang memakai mukena warna-warni atau semacamnya, termasuk dalam ancaman hadits di atas.



Referensi: KonsultasiSyariah.com


[VA/BuletinIslami]

Kisah Nyata: Inilah Aku dan Kehidupanku, Maafkan Aku Maduku... [Dijamin Mewek]

BuletinIslami.Com - Tersebarlah kisah haru sebuah keluarga poligami melalui jejaaring sosial. Kisah curahan hati seorang wanita yang dimadu suaminya. Namun, karena dirinya merasa sakit hati dengan madu suaminya, dia membalasnya dengan meminta suaminya untuk menikah kembali dengan seorang wanita pilihan darinya. Namun ternyata, akhirnya dia menyesal dengan keputusan untuk membalas rasa sakitnya itu, karena di luar yang dibayangkannya, ternyata madu pertamanya tersebut memiliki hati yang sangat mulia.


Penasaran dengan kisah selengkapnya, silahkan disimak baik-baik...

Maafkan Aku Maduku
Foto: Ilustrasi

***


Sahabat saat ini aku berada ditanah suci mekkah, duakali sudah aku menginjakkan kaki ku ditanah suci ini. Namun yang kedua ini betapa lebih membuat aku sadar dari setiap akhlak kurang baik yang pernah aku torehkan dalam keluargaku tercinta,terlebih kepada dinda madu ku.


Layaknya sebagai perempuan normal, terkadang terbersit dalam hati rasa ketidaksukaan dan ketidaknyamanan ketika sang suami tercinta meminta untuk ta'addud,namun betapa aku juga mendamba menjadi istri yang sami'na wa atha'na kepada Allah, Rasulullah dan suami.


Jadi apakah ini suatu keterpaksaan sebab agama hingga aku mengizinkan suamiku menikah lagi dengan pilihan dia sendiri? aku tidak tahu. Wanita yang mau dinikahi suami ku adalah seorang gadis berusia 25 tahun, suamiku sendiri berusia 35 tahun dan aku,umurku 34 tahun.


Awal-awal suamiku kenal dengan gadis ini adalah dari jejaring facebook,suamiku merasa cocok dengan gadis ini,karena tidak ingin berlarut-larut dalam gelimang dosa yang terbalut dengan saling mengajak beramar ma'ruf maka dengan santun nya suamiku meminta izin aku untuk menikah dengan gadis ini.


Tidak sekalipun suamiku berbohong kepada ku karena prinsip dia " tidak patut seorang hamba berbohong sebab hanya akan mendatangkan kesia-siaan."


Berhari-hari aku belajar menata hati,menyiapkan perasaan dengan sebaik-baiknya untuk menerima permintaan suami ku yang sungguh meremukkan hati.


Namun sekali lagi aku benar-benar mencintai suamiku tidak mungkin aku membiarkan suamiku terus larut dalam rasa bersalahnya karena telah hendak mengakhiri kesalahan itu dengan jalan syar'i yaitu menikahi gadis itu.


Lihatlah suamiku betapa bijiksana nya memiliki pemikiran seperti ini,itu berarti suamiku adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab atas segala perbuatan yang Ia lakukan.


Dan akhirnya akupun mengizinkan suamiku menikahi gadis itu dengan penuh kesedihan yang menghujam uluh hati,.apakah aku tidak ikhlas? apakah aku tidak ridha dengan suami ku menikah lagi?


percuma bahas ini, toh aku tidak bisa membiarkan suamiku dalam kekalutan berkecimpung kemaksiatan.


Alhamdulillah ,,,istri yang dipilih suamiku ternyata dia adalah seorang wanita yang berakhlak baik.


Cara pakaian dia yang syar'i,cara tutur bicara dia yang sopan,sungguh benar-benar tidak salah suamiku memilih matsna. aku biasa memanggil dia dinda dan dia biasa memenggil aku yunda.


Betapa kami berdua sangat akrab layaknya kakak beradik,dia juga sungguh perhatian kepada ke dua anak ku,tapi astagfirullah syaitan apa dulu yang nyangkut dalah hatiku, tidak sedikitpun rasa suka itu terbersit dalam hatiku, kebaikan nya tak mampu mengalahkan rasa benci dan perih ku, hatiku berontak untuk memiliki madu.


Dua tahun pernikahan maduku dan suamiku belum juga dikaruniyai anak, sementara akupun juga tidak ada harapan lagi untuk mengandung.


Maka aku mencari cara bagaimana aku bisa membalas sakit hatiku ini. akhirnya ide itu muncul juga.

dalam sebuah majlis ta'lim dimana biasa aku kajian dengan suami dan maduku, ada seorang akhwat yang masih gadis namanya lirna.


Lirna ini sangat kagum sekali melihat keakraban kita bertiga,usia dia masih 20 tahun,dia juga tergolong dari keluarga yang kurang mampu, maka aku mendesak suamiku agar mau menikahi lirna ini.


aku berhujjah agar bisa membantu perekonomian keluarga dia. sebetulnya suamiku enggan untuk menikah lagi,dua sudah cukup baginya,tapi aku terus memaksa suami ku untuk menikahi lirna ini. Dari dulu suamiku tidak pernah menolak apa-apa yang aku minta,dan waktu itupun ketika aku meminta suami ku untuk menikahi lirna, dia juga mengabulkan meski aku harus menunggu beberapa bulan.


Betapa aku sangat yakin kalau dinda maduku akan juga merasakan sakit yang sama persis dengan yang aku alami semasa dulu ketika suamiku menikahi dia,inilah yang aku inginkan yaitu membalas sakitku.


Ideku berjalan dengan lancar,suami sudah mau mengabulkan permintaan ku, dan keluarga lirna juga setuju. Aku meminta agar suami tidak memberitahukan perihal ini kepada maduku,aku sendiri yang akan memberitahunya,dengan beralasan agar aku dan maduku semakin akrab.


Ketika hari ijab qabul akan berlangsung aku melihat wajah maduku yang penuh dengan tanda tanya besar, aku juga melihat kebingungan yang menyelimuti dirinya, mungkin dia tidak berani tanya sama orang lain tentang berita yang sudah beredar dikampung kami,bahwa suami kami akan menikah lagi.


Dengan perasaan gundah dia beranikan diri bertanya kepada ku, apakah benar suami kami akan menikah lagi, dan aku jawab ya. remuk sudah hati maduku ini,tanpa sebelumnya diberitahu,air mata itu telah menggenang dipelupuk matanya,mungkin dia merasa sangat terhina. dan ini yang ku inginkan, yaaa balas dendam ku telah terpenuhi.


"Barakallahuu lakumaa wabarah 'alaikuma wajama'aa bainakumaa fii khair, abi ,dek lirna semoga menjadi pernikahan yang sakinah mawaddah warahmah, Amin Ya Rabb," kata-kata ini yang muncul dari mulut maduku.


senyum dibibir nya menambah keindahan wajahnya,gemulai cara dia berjalan seperti tiada rasa benci, madu ku ridha dengan pernikahan suami.


seharusnya aku banyak berteladan pada maduku,tentang keikhlasan dan kesabaran. tapi tidak, waktu itu, aku benar-benar benci dia,dan benci ini selalu aku tutupi. Malam itu ketika acara resepsi pernikahan suamiku dengan dek lirnah selesai dan juga para tamu undangan sudah pulang.


Maduku dinda menghampiri aku,memberitahu bahwa bapak nya meninggal dunia, dengan lembut aku berkata.


"Dinda malam ini adalah malam bahagia Abi dengan madu kita dek lirnah, tegakah kita akan merusak malam yang indah ini bagi mereka, dinda sabar ya... tunggu sampai tiga hari,nanti kita sama-sama kasih tahu Abi, sabar ya,,semoga Allah meridhai segala amal perbuatan semasa hidup bapak . amin ya Rabb."


hah betapa aku sangat bahagia,ketika melihat air mata menetes dari pelupuk mata maduku itu,aku tahu hatinya sangat pedih melihat suami yang nikah lagi tanpa pemberitahuan terlebih dulu,dan kini bapaknya meninggal dunia,sementara dia tidak bisa melihat jenazah nya. lengkap sudah kebahagiaan malam itu ,aku sangat puas menyakiti maduku,.


Namun...Ketawadhu'an dan kesabaran itu selalu bersama maduku dinda,diantara istri-istri suamiku hanya maduku dinda ini yang sibuk mengurus rumah tangga kami,seperti bersih-bersih rumah,nyuci baju,pokoknya sama persis dengan seorang pembantu, hanya saja dia tidak pandai memasak seperti aku dan maduku dek lirna.


Suamiku sepertinya juga tidak seperduli dulu sama dia,hmmmm betapa aku adalah wanita yang beruntung bisa mengambil simpati suamiku.


BACA: Ustadz, Aku Ingin Poligami (Renungan Bagi Anda yang Menginginkan Poligami Sesuai Sunnah)




Mungkin jika aku sudah jadi dia,alangkah malang nasibku jadi istri kedua yang sudah tidak diperdulikan lagi sama suami,pastilah sangat kesepian,tidak ada anak yang menemani dalam kesendiriaan,namun sekali lagi dia adalah matsna yang shalihah,dia tidak mengukur kesepian itu sebab ketidak pedulian suami,kesendirian sebab tidak ada momongan,dia cukup bahagia bisa menjadi istri yang patuh sama suami ,membantu aku momong anak-anak ku dan ridha atas perlakuan suami,baginya sudah lebih dari cukup.


Aku tahu persis kesedihan itu menyemburat dibalik wajah maduku dinda,terlebih ketika dek lirna madu kita mengabarkan ada janin dalam kandungan nya, sebulan kemudian dalam rahimku pun ada janin juga, subhanallah aku hamil,,, alangkah bahagianya kami,aku dan madu ku dek lirna.Saat itu kami berempat kumpul dalam rumah ku.


Abi ingin mengajak dua istrinya untuk mengunjungi tanah suci mekkah,maka undian pun dilaksanakan,dengan melipat kertas yang di dalam sudah tertera nama kita bertiga, aku, maduku dinda,dan maduku dek lirna.


Ketiga lipatan kertas itu kami masukkan kedalam botol lalu kita kocok, dan mengeluarkan dua kertas dari dalam nya. kemudian kami buka lipatan kedua kertas itu,ada namaku dan nama maduku dinda.


"Aku ngidam,pingin ketanah suci ." ucap maduku dek lirna


"Kalau begitu dek lirna aja yang berangkat,biar aku yang dirumah ngurus anak-anak" jawab maduku dinda.


"dinda... kan yang keluar nama dinda?." bantahku.


"yunda,, gak apa-apa, kasian janin dek lirna.

semoga janin yunda dan dek lirna kelak nanti jadi anak shalih atau shalihah yang patuh kepada kedua orang tuanya dan agamanya ,, Aamiin Ya Rabb."


Aku masih ingat senyum itu terus mengembang diantara bibir maduku dinda,tulus nya kata-kata yang Ia ucapkan,menyejukkan jiwaku hingga rasa iba mulai menyergap relung hatiku.


Akhirnya Aku,Abi dan madu ku dek lirnah lah yang berangkat ketanah suci.


Di tanah suci wajah maduku dinda seperti hantu yang terus membuntutiku,selama ini aku menjadi madu yang terjahat bagi dirinya,aku tidak bisa menjadi penopang yang membuat dia nyaman ,selalu saja kusakiti hatinya,sungguh hatinya penuh dengan goresan-goresan luka yang menyayat,sekali lagi dia tidak pernah membalas ,dia hanya diam, diam dan diam.


Apalagi akhir-akhir ini suami juga jarang sekali memperhatikan maduku dinda.


Apakah dia protes dengan kelakuan kami? tidak sahabat! maduku adalah seorang wanita yang shalihah yang selalu membawa kemaslahatan bagi keluarga kami.


Maduku dinda, kurus badan nya tidak seperti aku dan maduku dek lirna,mungkin terlalu banyak melakukan pekerjaan rumah sementara dia rajin puasa sunnah.


Asal kalian tahu,nafkah yang di berikan suami itu separuh nya untuk aku dan maduku dek lirna, maduku dinda selalu bilang uang nya lebih dari cukup sebab kebutuhan tidak banyak,tidak ada anak,belum lagi dia juga dapat bayaran dari mengajar dimajlis ta'lim kami. aku dan maduku dek lirna bahagia menerima uang nafkah itu.


Waktu itu ketika kami pulang dari tanah suci, aku dapat kabar kalau ibu {maduku dinda} wafat.


Aku menyarankan agar dinda maduku mengabarkan hal ini pada suami {supaya kita bisa bareng-bareng ta'ziyah},namun dinda maduku tidak mau, dia bilang." Setiap yang bernyawa pasti akan mati.

hari ini adalah hari istimewa kalian bertiga, pasti kalian sangat bahagia,dan lagi pula kalian juga capek,tidak mungkin aku mengabarkan hari duka keluargaku dihari bahagia ini,cukup do'a yang akan menyertai perjalanan ibu ku ke alam keabadian." aku nangis mendengar jawaban dinda maduku yang sungguh tegar itu.


Saat itu ketika maduku dek lirna melahirkan disusul kemudian aku juga melahirkan, wahhh dinda maduku sangat sibuk sekali mondar-mandir kesana -kemari,memenuhi setiap kebutuhan kami,juga membersihkan apa-apa yang kotor dirumah kami,betapa capeknya aku membayangkan,belum lagi dia juga harus mengajar.


saat badan nya capek,keseimbangan badan pun juga menurun,maduku dinda di bentak oleh suami,karena menjatuhkan gelas kenang-kenangan dari sahabatnya, kata-kata kurang baik juga keluar dari mulut suami.


Dinda maduku langsung duduk bersimpuh dengan buliran-buliran air mata,kemudian maduku minta maaf lalu pergi mengajar ke majlis.


Malam itu udara begitu dingin, dan dimalam itu juga terakhir kalinya aku menatap wajah maduku yang sendu.


Maduku dinda datang kerumah sambil membawa seplastik bungkusan lemmet, enak sekali.


Wajahnya seperti bercahaya ,lain dari hari-hari biasa,malam itu maduku dinda juga terlihat cantik,meski tanpa make up.


Dengan kata-kata yang selalu terdengar santun dia bertanya." Yunda, apakah aku pernah membuat hati yunda sedih? ," tersentak kaget aku dengan pertanyaan dinda maduku itu,lalu dia terus melanjutkan kata-katanya."


Wanita yang tercipta sebagai pelengkap dan pelipur lara bagi seorang laki-laki,entah selama aku jadi istri Abi,apakah aku sudah melayani dia dengan sebaik dari pelayanan yang paling baik, aku tidak pernah tahu,karena Abi tidak pernah menegurku belakangan ini, yunda ,,sampaikan maafku kepada Abi jika nanti beliau pulang,dan aku juga minta maaf kepada yunda jika ada salah kata dan tingkah laku yang tidak berkenan dihati yunda,sampaikan maafku kepada dek lirna juga,sekarang aku pulang dulu yunda terimakasih banyak atas semuanya, assalamu'alaikum...,"


Esok hari nya hingga matahari di ujung kepala, dinda maduku tak kunjung kerumahku,biasa nya pagi-pagi sekali dia datang kerumah membantu aku melayani anak-anak dan bersih-bersih rumah.


Aku menyuruh suami untuk datang kerumah maduku dinda,dan ketika suami telah disana ,suami mendapati maduku dinda dalam sujud berbalut mukena telah meninggal dunia. Suami pingsan taksadarkan diri terlebih setelah menemukan buku diari milik dinda, maduku....


Bismillah.....


Inilah aku dan kehidupanku, aku tahu dunia hanya singgahan sementara dan alam yang kekal abadi tengah menunggu, inilah aku dan kehidupanku,setiap taqdir yang tergores tidak luput dari hikmah didalamnya,


Aku perempuan lemah dengan segala kekurangan mengharap suatu keberkahan yang bisa membuat rumah tangga kami dalam limpahan rahmat MU ya Rabb. mungkin aku masih belum pantas dikarunia seorang anak, ini taqdir yang mesti aku jalani, walau terkadang hati menangis ,merintih mendamba seorang anak yang bisa menjadi kebanggaan orang tua,


Inilah aku dan kehidupanku, aku perempuan lemah yang setiap yang ada didiri dan jiwaku adalah atas kendali MU, lalu apakah aku salah jika Aku tidak bisa menumbuhkan janin dalam rahimku?


Aku tidak punya kekuatan untuk melakukan itu,aku tidak punya apa-apa,aku bukan apa-apa dan aku perempuan yang papa, tanpa rahmat MU ya Rabb, tidak mungkin aku bisa bertahan sampai detik ini, betapa aku sangat bersyukur setiap kebahgian yang datang dalam keluarga kami, ENGKAU obati rasa rindu memiliki anak dengan hadirnya bayi-bayi mungil dari rahim maduku.


Sungguh ENGKAU maha tahu,Engkau tidak memberi apa yang kami minta,namun ENGKAU memberi apa yang kami butuhkan, Rabb ampuni aku saudari-saudari ku terlebih suamiku yang aku cintai, dia tidak bermaksud begitu,dia tidak sengaja tidak memperdulikan aku,

Engkau MAHA tahu ya Rabb.


Setelah ini aku berharap semoga suamiku labih baiklagi terhadap saudari-saudariku. pasti suamiku sangat bahagia memiliki madu-madu seperti mereka yang mampu memberikan apa yang dia minta, sekali lagi inilah taqdir MU ya Rabb, aku lebih bahagia disisi MU bertemu kekasi-kekasih MU,semoga suami ku Ridha dengan kepergian ku, Aamiin Ya Rabb.....


Dinda.....



Masih banyak lagi tulisan-tulisan dalam diari maduku namun suami tak mampu lagi membaca tiap lembar-lembar isinya, suami ,aku dan maduku dek lirnah sangat merasa bersalah telah memperlakukan maduku dinda tidak adil, sungguh rasa bersalah itu mengiringi hari-hari kami,tapi kami ridha dan Semoga Allah subhanahu wata'ala,memberi kelapangan kepada kami semua,dan mengampuni dosa-dosa kami,semoga kami bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi ,, Aamiin....


Sumber: Akuadalahwanita via Sebarkanlah


Semoga kisah ini bisa kita jadikan pembelajaran hidup. [VA/BuletinIslami]

Kamis, 05 Mei 2016

Renungan Bagi Anda yang Menginginkan Poligami Sesuai Sunnah

BuletinIslami.Com - Agama Islam adalah agama yang sempurna, agama yang sesuai dengan fitrah manusia, agama yang tidak memberatkan manusia. Seperti halnya dalam masalah menikah dan poligami. Di dalam Islam, poligami bukanlah syariat baru, karena umat-umat sebelumnya telah berpoligami. Islam datang untuk membatasi dan menyempurnakan praktik poligami. Poligami adalah syariat Allah azza wa jalla dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.


Syariat (perintah) Allah itu dibagi dua ada yang dicintai manusia dan ada yang tidak dicintai manusia. Menikah adalah perintah yang dicintai oleh laki-laki dan perempuan, tapi poligami tidak dicintai oleh kebanyakan wanita. Di dalam poligami ada dua perintah, yaitu perintah untuk menikah dan perintah untuk berbuat adil.

Kajian: Ustadz, Aku Ingin Poligami


Hukum Poligami Dalam Islam




Secara umum, hukum poligami di dalam Islam adalah sunnah.


Allah Ta'ala berfirman dalam surat An-Nisa,


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا


"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (An-Nisa: 3).



Jumhur ulama berpendapat tentang perintah poligami hukumnya adalah diperbolehkan, hukumnya bisa jadi wajib apabila dia takut berbuat zina. Sesuatu yang mubah akan menjadi baik dengan niat yang baik, misal niat ingin memperbanyak keturunan dan memiliki anak-anak yang sholeh.


Hal terpenting yang harus setiap muslim ketahui bahwa menolak hukum poligami adalah haram. Wanita yang minta cerai pada suaminya yang berpoligami adalah berdosa. Tapi apabila wanita minta cerai sama suami karena suaminya setelah poligami ternyata tidak mampu berbuat adil atau wanita itu takut tidak kuat, maka boleh hukumnya.


Boleh hukumnya menikah lagi karena alasan kebutuhan seks, karena jauh lebih baik berpoligami dibanding berzina. Perlu diketahui dalam poligami tidak dituntut untuk adil dalam cinta, namun dalam hal lainnya harus adil. Maka beruntunglah orang-orang yang dapat melaksanakan syariat berpoligami dengan penuh sabar, karena ia akan memperoleh pahala besar atas kesabarannya tersebut.


Syarat-Syarat Poligami yang Harus Dipenuhi




Sebelum laki-laki memutuskan untuk berpoligami, alangkah baiknya jika ia mempertimbangkan syarat-syarat poligami berikut ini.


1. Mampu fisiknya, jangan orang yang sakit-sakitan memaksakan berpoligami.

2. Mampu secara finansial, karena kewajiban suami harus memberi nafkah kepada istri-istri dan anak-anaknya.

3. Mampu berbuat adil dan mengatur rumah tangga, harus memiliki kemampuan management conflict. Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, bukan sama rata.


Dalam surat An-Nisa Allah ta'ala berfirman,


وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا


"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An-Nisa:129)



Menurut penafsiran sebagian ulama, yang dimaksud ayat diatas adalah dalam hal cinta maka manusia tidak mampu berbuat adil, kadang lebih condong kepada istri tertentu. Contoh : kita punya tiga orang anak, maka pasti kita akan lebih mencintai salah satu diantaranya karena mungkin dia seorang anak yang penurut, bukan berarti dia tidak cinta dengan yang lainnya.


Jadi laki-laki yang berpoligami harus dapat berlaku adil dalam hal yang lainnya, yaitu waktu menginap, memberi nafkah, dan sebagainya.

Laki-laki wajib berlaku adil dalam semua hal yang dia mampu untuk adil. 


Dalam surat At-Talaq, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,


أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَارُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا عَلَيْهِنَّ ۚ وَإِنْ كُنَّ أُولَاتِ حَمْلٍ فَأَنْفِقُوا عَلَيْهِنَّ حَتَّىٰ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ ۖ وَأْتَمِرُوا بَيْنَكُمْ بِمَعْرُوفٍ ۖ وَإِنْ تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُ أُخْرَىٰ


"Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya." (At-Talaq:6)



Kecemburuan para istri-istri adalah wajar sampai-sampai para istri Rasulullah pun juga cemburu satu dengan yang lainnya, Aisyah cemburu kepada Khadijah padahal mereka tidak pernah bertemu. Ketika di rumah Aisyah, Rasul menerima makanan dari istri yang lain dan Aisyah melempar piring tersebut, tapi Rasul tidak marah malah berkata kepada para tamunya bahwa Ibu kalian sedang cemburu, dan akhirnya Aisyah sadar.


Nasib Poligami di Akhir Zaman




Poligami indah akan tetapi banyak oknum yang merusaknya sehingga orang awam menganggapnya sebagai sesuatu yang jelek.


Ibnu Abbas berkata, sesungguhnya umat yang paling baik adalah yang banyak istrinya. Makna kalimat itu adalah apabila ada dua orang yang sama-sama baik ibadahnya, shalatnya baik dll tapi yang satu memiliki istri satu yang lain memiliki lebih dari satu, maka menurut Ibnu Abbas yang nomor dua lebih baik. Makna lain kalimat tersebut adalah yang terbaik adalah Rasulullah.


Wanita adalah pihak yang merasa sengsara atas poligami, rasa berat tersebut adalah hal yang wajar, seperti laki-laki membenci jihad-berperang dijalan Allah. Ini adalah hal yang wajar, tapi jangan sampai hal tersebut menyebabkan membenci hukum poligami.


Zaman sekarang ini kalo ada orang ke tempat pelacuran itu dianggap hal yang biasa, tapi kalo orang berpoligami langsung heboh - dianggap seolah-oleh telah melanggar peraturan yang berat.


Para sahabat Rasulullah yang dijamin masuk sorga semua berpoligami. Manakah manusia yang lebih baik dari Rasul dan para sahabatnya ataukah manusia akhir zaman?


Kesempurnaan syariat Islam telah mengatur dan membatasi Poligami yang hanya memperbolehkan maksimal 4 istri dalam satu waktu bersamaan.
  1. Abu Bakar istrinya 5 (tidak dalam waktu yang sama). 

  2. Utsman bin Affan istrinya 8 (tidak dalam waktu yang sama).

  3. Umar bin Khattab istrinya 4 (tidak dalam waktu yang sama).

  4. Ali bin Abi Thalib istrinya 9 (tidak dalam waktu yang sama).



Poligami diluar Islam, menurut non muslim, tidak dilakukannya poligami maka akan membuat jumlah wanita lebih banyak dan perzinahan lebih banyak.



Penyebab Sedikitmya Poligami




1. Aturan yang memberatkan disuatu negeri, seperti di indonesia.

2. Banyak orang yang tidak mengerti agama, orang lebih memilih ke tempat-tempat maksiat pelacuran daripada berpoligami.

3. Pendidikan sekolah dan media yang merusak, banyak sinetron-sinetron yang ceritanya tentang suami yang tidak adil dalam berpoligami.

4. Adanya laki-laki yang gagal berpoligami, sering dijadikan alasan oleh sebagian kaum wanita untuk menolak poligami.

5. Gaya hidup masa kini, kalo dulu kakek-kakek kita menikah lagi ngga ada masalah. Kalo sekarang ada yang poligami langsung disebar di medsos.


Video Kajian Poligami yang Sesuai Sunnah (Ustadz Syafiq Reza Basalamah)









Poligami adalah ibadah. Namun perlu diingat ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk kesempurnaan dan diterimanya amal ibadah tersebut. Jangan rendah hati seandainya anda sudah kebelet poligami namun belum mampu memenuhi persyaratannya, renungkan bahwasanya ukuran kebaikan seseorang adalah tingkat takwanya kepada Allah, bukan yang banyak jumlah istrinya.


Sumber: Foto Dakwah


[ES/BuletinIslami]